Puasa Pertama dan Pulang Kampung yang Dirindukan

h-8

Berbahagialah kalian para penganut pulang-kampung-saat-puasa-pertama yang bisa menjangkau kampungnya hanya dengan beberapa jam perjalanan darat. Karena sebagai perantau yang kampungnya berada di seberang pulau, pulang kampung dan melakukan ritual puasa pertama bersama keluarga adalah suatu hal yang mewah bagi saya.

Saya tak ingat kapan terakhir kali saya pulang ke rumah hanya untuk bisa sahur dan buka puasa di hari pertama bersama keluarga. Bisa pulang saat lebaran saja saya sudah sangat bersyukur walaupun itu hanya untuk beberapa hari. Rindu? Tentu saja demikian! Namun karena sudah terbiasa, rasa rindu itu jadi tersamarkan.
Continue reading

Mudik dan Pertanyaan “Kapan Nikah?”

Sebagai seorang perantau, mudik lebaran merupakan hal wajib yang rutin dilakukan tiap tahunnya. Yah, meskipun tak setiap tahun saya bisa mudik dikarenakan banyak hal, seperti jadi security di rumah sakit saat koas dulu, tahun ini saya bisa mudik tanpa dirisaukan dengan pikiran kapan harus kembali ke tanah rantauan.

Salah satu hal yang biasanya menjadi ketakutan para perantau ini (tidak termasuk saya) saat mudik adalah ketika keluarga menanyakan pertanyaan keramat, “Kapan nikah?”. Hahaha… Dengan bangga saya mengatakan saya tidak termasuk di dalam kelompok yang takut dengan pertanyaan itu. Mengapa? Karena keluarga saya tak pernah menanyakannya. Bahkan sekedar bertanya siapa yang saat ini sedang dekat dengan saya pun tidak. Oke, tante dan oom saya mungkin sedikit usil bertanya tentang ini dan itu, namun mereka tak pernah sekalipun mengungkit masalah nikah. Continue reading

Dialek Makassar yang Bikin Salah Paham

Mau ke manaki?”, agak kaget saya menoleh dan memandang nenek tersebut. Wajahnya tak familiar. Setelah terdiam cukup lama, akhirnya saya pun menjawab pertanyaannya dengan terbata-bata.

Ini pengalaman saya beberapa tahun yang lalu. Tepatnya saat pertama kali menginjakkan kaki di Makassar. Oke, mungkin itu bukan yang pertama kalinya. Tapi biasanya saya ke kota ini hanya untuk sekedar transit ketika ingin mengunjungi nenek di Bandung sana.

Mungkin beberapa teman sudah tahu hal apa yang ingin saya ceritakan di tulisan ini ketika membaca kutipan percakapan di atas. Ya, saya sudah sangat sering menceritakan pengalaman saya ini dan setiap mengingatnya selalu membuat saya tertawa dan merasa geli sendiri. Continue reading