Review : Ngopi Enak? Rhapsody Café dong!

dokumentasi : instagram @RhapsodyCoffee

dokumentasi : instagram @RhapsodyCoffee

Welcome home!”

Siang itu suasana Rhapsody Café masih sangat sepi. Hanya ada seorang barista yang tengah berdiri di dalam bar sambil menyapa saya yang baru saja masuk dan dua orang pegawai lainnya yang sedang duduk membelakangi pintu. Terlihat kursi-kursi kayu berwarna cokelat yang kosong menunggu untuk didiami. Tampak pula toples-toples tembus pandang yang penuh dengan biji kopi yang menggiurkan untuk segera dijadikan cairan panas hitam kecokelatan di dalam cangkir. Sepertinya saya adalah pelanggan pertama mereka hari itu. Maklum, belum tiba waktu istirahat untuk para pegawai kantoran maupun mahasiswa. Anak sekolahpun belum diperbolehkan untuk pulang.

Lantas, apa yang saya lakukan di sini? Sepagi menjelang siang ini? Ah, saya memang selalu menyempatkan diri untuk meneguk secangkir hingga bercangkir-cangkir kopi di sini sembari menuntaskan draft tulisan yang bisa dipastikan tak akan selesai jika hanya saya kerjakan di rumah. Untuk ukuran dokter (pengangguran) yang sibuk, sepertinya saya memang terlampau sering mengunjungi kedai ini. Hehehe…

Jika ditanya mengapa, sayapun bingung bagaimana menjawabnya. Mungkin karena nyaman? Saking nyamannya, saya bahkan betah berlama-lama di sini dari siang hari hingga menjelang waktu untuk close order. Begitu membuka pintu depan Rhapsody Café, terhembuslah udara dingin dari aliran air conditionernya, menjadikan kedai kopi ini tempat yang cocok untuk berteduh di saat Makassar tengah terik-teriknya. Interior yang sederhana dan minimalis, serta gambar peta dunia yang digores dengan kapur putih di dinding hitamnya, membuat kedai ini unik untuk diabadikan dengan jepretan kamera.

Sebenarnya, nyaman bukan alasan utama saya selalu kembali ke sini. Kopi adalah alasan utamanya. Sebagai penikmat kopi yang banyak maunya—tapi terlalu malas untuk menyeduh kopi sendiri—saya selalu ke sini untuk menuntaskan dahaga akan kebutuhan kafein saya. Dan Rhapsody Café bisa memuaskan lidah saya yang lumayan sensitif jika berurusan dengan kopi. Oh ya, jika kamu ingin belajar menyeduh kopi, kamu bisa langsung menyaksikan baristanya beraksi dan jangan ragu bertanya jika ingin tahu apa saja yang harus dilakukan untuk membuat kopi yang enak. Baristanya baik hati dan tidak sombong kok! Hehehe…

Selain itu, menu yang disajikanpun sangat bervariasi, mulai dari berbagai macam minuman hingga makanan. Menu favorit saya selain kopi adalah nasi gorengnya. Meskipun banyak kedai dan restoran yang menyajikan menu serupa, nasi goreng di Rhapsody Café terasa lebih lezat dan gurih, mungkin karena dimasak bersama dengan fresh milk, ini juga saya ketahui setelah menginterogasi chef-nya. Hehehe… Belakangan, menu makanan di sini semakin bertambah, membuat saya ingin mencoba semuanya. Untung saja harga makanan dan minuman di Rhapsody Café sangat bersahabat, sehingga saya tak perlu merogoh dalam-dalam isi saku untuk menikmati makanan yang saya inginkan.

Menurut co-owner Rhapsody Café—Trijaka Perkasa—yang sering saya sapa Omjek, Rhapsody Café berdiri sejak tahun 2013 dengan konsep seperti warung kopi biasa, namun setelah beberapa kali berganti pengelola, akhirnya jadilah Rhapsody Café yang seperti sekarang ini dan menurut saya sudah pasti jauh lebih bagus dan keren dari sebelumnya. Fasilitas yang disediakan selain wi-fi (ini hal kedua yang membuat saya betah) yang kecepatannya bikin tak bisa move on dari laptop, Rhapsody Café juga menyediakan ruangan di lantai dua khusus untuk mereka yang merokok dan juga untuk komunitas ataupun mahasiswa yang ingin mengadakan kegiatan bersama yang membutuhkan privacy, dengan demikian,  pengunjung lainnya tak akan terganggu. Lalu, bagi pengunjung yang betah berlama-lama di sini—seperti saya—tak perlu khawatir akan melewatkan waktu salat, karena Rhapsody Café juga menyediakan ruang salat di lantai dua. Meskipun nongkrong seharian, tapi ibadah tetap wajib dilaksanakan dong!

Nah, bagi kalian yang tertarik menyeruput kopi yang enak ataupun sekadar ingin berkumpul bersama kawan sembari mencicipi cemilan, silahkan ke Rhapsody Café! Letaknya di kompleks ruko Sumber Rejeki tepat bersisian dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Dipanegara Makassar. Sangat mudah ditemukan kok! Jika tersesat,  gunakan saja aplikasi pencari lokasi dari ponsel pintar kamu. Jika masih belum juga ditemukan, artinya kamu belum resmi menjadi warga Makassar. Hehehe…

Ngopi enak? Rhapsody Café dong! Feels like home…

3 thoughts on “Review : Ngopi Enak? Rhapsody Café dong!

Leave a Reply to Mukhsin Pro Cancel reply