Tradisi “Bingung” Menjelang Mudik Hari Raya

mudik

“Kak, lebaran nanti libur?”

“Gak tahu, Ma. Libur deh kayaknya. Kenapa, Ma?”

“Bagusnya lebaran tahun ini, kita lebaran di mana?”

Saya masih menggeliat di atas kasur saat Mama menelepon beberapa minggu lalu. Menguap lebar mengeluarkan sisa-sisa kantuk yang mengendap akibat begadang semalam suntuk memastikan kondisi pasien gawat yang datang ke UGD Puskesmas malam tadi. Padahal belum juga masuk bulan Ramadan, tapi Mama sudah menanyakan mau lebaran di mana. Bingung menentukan tempat mudik saat lebaran tiba adalah hal yang saya alami tiap tahunnya. Berhubung kampung halaman orang tua saya berbeda—Papa di Ambon dan Mama di Ternate—dan kota tempat mereka tinggal dan bekerja juga berbeda dengan saya dan adik-adik saya, akhirnya tiap tahun keluarga kami selalu kerepotan untuk menentukan di mana akan berlebaran. Continue reading

Karena Kegagalan adalah Keberhasilan yang Tertunda

malcolm_forbes

Anak kecil yang ditanya mengenai cita-citanya biasanya akan menjawab dengan spontan “Aku ingin jadi dokter!”. Padahal, kebanyakan dari mereka justru takut dengan manusia berjas putih itu kan? Saya sendiri heran, mengapa sejak kecil—tepatnya sejak saya duduk di bangku taman kanak-kanak, saya telah memutuskan untuk menjadi seorang dokter. Orang tua saya tak pernah memaksa saya untuk menjadi dokter. Mereka bahkan tidak pernah menyuruh saya untuk belajar. Mungkin karena saya selalu melakukannya tanpa mereka suruh. Karena saya sadar, gagal tak boleh ada dalam kamus hidup saya untuk bisa menjadi seorang dokter. Namun, dunia setelah lulus SMA ternyata hampir membuat saya putus asa karena kegagalan. Continue reading

Pasar Butung; Si Kota Mode di Kota Daeng

Sumber gambar : tempatbelanjamurah.com

Sumber gambar : tempatbelanjamurah.com

Hampir semua orang yang berdomisili di Makassar pasti tahu apa itu Pasar Butung atau minimal pernah mendengar namanya meskipun tak tahu di mana lokasinya. Pasar Butung sebagai pusat grosir yang terletak di jalan Sulawesi, tentunya menawarkan berbagai jenis pakaian dengan harga yang sangat terjangkau. Tak heran, banyak warga yang berdatangan dari berbagai pelosok di Sulawesi Selatan hanya untuk berbelanja demi kebutuhan tokonya atau hanya sekadar cuci mata.

Menjelang hari raya seperti ini, Pasar Butung terlihat seperti lautan manusia dengan berbagai macam orang di dalamnya. Hampir semuanya datang dengan tujuan yang sama. Berburu baju lebaran! Continue reading

Supir Ambulans yang Gagal

ambassador_ambulance_by_scarletxero-d5ljjk8

Saya punya kegemaran dan obsesi yang unik. Sejak dulu—saya lupa sejak kapan—sepertinya sejak saya bisa mengemudikan mobil, saya punya keinginan seperti ini : Saya harus bisa mengemudikan semua jenis mobil, mulai dari yang paling kecil, sampai yang paling besar. Hehehe…

Hal ini terbawa hingga sekarang. Mobil paling besar yang pernah saya kemudikan adalah mobil keluaran Toyota, Fortuner. Pernah juga sih saya mengemudikan truk, tapi dalam permainan GTA (Grand Theft Auto)! Hahaha… Kemudian, saya jadi ingin mengendarai ambulans. Bukan sebagai penumpang. Tapi sebagai supirnya. Well, anggaplah saya aneh. Tapi saya tak bisa menghentikan keinginan aneh saya itu. Malah saya berniat mengambil ujian untuk mendapatkan SIM B jika ada kesempatan. Hahaha… Continue reading

Terlambat Mengenal Kampung Halaman Sendiri

 

35a3a6a

Seberapa kenalkah kamu dengan kampung halamanmu? Sangat tahu? Atau sekadar tahu? Dalam pikiran saya, kampung halaman adalah tempat orang tua saya tinggal dan bekerja saat ini. Terkadang saya bingung mau menjawab apa ketika ada yang menanyakan di mana kampung saya. Mau menjawab di Papua—karena saya lahir dan besar di sana—tapi orang-orang tak ada yang percaya dan sudah pasti saya bukan orang asli sana. Mau menjawab Ambon—karena itu adalah kampung papa—tapi saya sama sekali tak tahu apa-apa tentang Ambon. Saya jadi malu sendiri jika ditanya mengenai kampung halaman saya. Saya malu, karena merasa gagal mengenal kampung saya sendiri. Bahkan orang lain justru lebih mengenal seluk beluk kampung saya.

Continue reading

Selamat Ulang Tahun Mama!

sama mama

“Halooo mama sayang… Selamat ulang tahun! Udah sahur? Gak bikin acara buka puasa sebentar di rumah?”

“Siapa yang ulang tahun?”

“Ih, mama yang ulang tahun kan?” saya mulai takut salah melihat tanggal.
“Astaga, mama lupa. Beberapa hari ini mama sibuk terus.”

 

Itulah kutipan percakapan telepon subuh tadi antara saya dan mama. Hari ini beliau tepat berumur empat puluh delapan tahun. Umur yang menurut orang-orang masih tergolong muda jika telah memiliki anak seusia saya. Hehehe… Tapi mama memang orang yang tergolong modis dan awet muda kok! Buktinya banyak teman saya yang berujar demikian. Bahkan saya mengakui bahwa mama memang jauh lebih gaul daripada anak-anak gadisnya.

Karena percakapan telepon di atas, saya jadi teringat beberapa tahun lalu saat mama berada di Makassar. Saya dan adik perempuan saya merencanakan untuk membuat surprise birthday party di rumah. Tengah malam saya mengendap-endap keluar dari rumah untuk mengambil kue yang telah saya pesan beberapa hari sebelumnya. Sejak sore saya telah memarkir mobil agak jauh dari rumah agar tidak terdengar oleh mama ketika saya menyalakan mesinnya di malam hari. Continue reading