Patah Tulang; Pilih Tukang Urut atau Dokter?

sumber : http://7bigspoons.com/vitamin-d/wrap-broken-bone-vitamin-splint/

“Sudahma ke tukang urut kemarin dok. Kukasih lihatmi juga foto ronsen tulangku.” Saya mengerutkan dahi berpikir, berusaha mencerna kalimat yang dilontarkan pasien saya.

“Maksudnya tukang urutnya ibu yang nyuruh ibu untuk foto ronsen?”

“Iya dok.”

“Terus ibu ke sini mau apa?”

“Ini dok, mauka minta obat saja. Masih sakit tulang belakangku. Katanya tukang urutku, patahki.”

“Wah, kalau patah harus dioperasi, Bu. Mana hasil fotonya? Saya mau lihat.”

Ndak kubawa dok. Sudahmi na urut tulangku. Katanya bagusmi, jadi mauka minta obat saja.”

 

Masih jelas di ingatan, siang itu seperti biasa saya masih bertugas di Puskesmas. Masih pukul dua belas lebih sedikit. Kondisi saat itu sangat panas. Hanya ada kipas angin tua yang berputar mengalirkan udara yang sama panasnya dengan sekitar ruangan. Maklum, puskesmas tempat saya bertugas berada tepat di pinggir laut. Sudah tentu di musim kemarau ini udara terasa sangat kering.

Sudah ada puluhan pasien yang masuk ke ruangan saya untuk berobat. Pasien terakhir siang itu adalah seorang ibu berusia paruh baya yang mengenakan setelan gamis berwarna salem berjalan masuk ke ruangan saya sambil tertatih dan sesekali memegangi punggungnya. Seketika sayapun berdiri dan membantu ibu tersebut untuk duduk di kursi. Setelah bertanya apa keluhan ibu tersebut, akhirnya saya tahu bahwa beliau baru saja terjatuh dari sepeda motor beberapa hari yang lalu dan kemudian muncullah percakapan di atas. Entahlah saat itu saya ingin tertawa atau prihatin. Continue reading

Suka Makan Jengkol? Hati-hati Gagal Ginjal!

keracunan-makanan

Bagi sebagian orang, jengkol merupakan makanan favorit. Selain karena rasanya yang (katanya) gurih, jengkol juga membuat makanan menjadi lebih sedap. Bagi sebagian yang lainnya lagi, jengkol hanya dikenal sebagai makanan yang baunya menyengat. Saya termasuk dalam golongan yang terakhir. Karena baunya itulah saya tak pernah mencoba untuk mencicipinya meskipun hanya sesuap.

Pernah suatu kali, saya tak sengaja memakan nasi goreng jengkol yang dimasak oleh teman saya. Hasilnya? Saya hampir memuntahkan seluruh isi perut saya disuapan pertama dan akhirnya ditertawakan. Rasanya saya hampir mati karena keracunan dan tentu saja itu tidak mungkin. Hanya memakan sesuap nasi goreng jengkol tidak akan membuatmu mati, namun mengonsumsi jengkol memang bisa membuatmu keracunan dan berakhir dengan gagal ginjal. Continue reading

Antibiotik Itu Bukan Obat Demam!

 

“Ky, apa bagus obat kuminum kalau lagi flu ka? Tadi sakit sekali kepalaku, sama demamka jadi minumka Amox.”

Itulah kutipan percakapan telepon yang saya alami beberapa hari lalu. Saya hanya bisa terdiam beberapa saat, bingung hendak menjawab apa. Bukannya saya tak tahu obat apa yang tepat untuk meringankan gejala flu, saya hanya terkesiap dengan fenomena sejenis ini yang kerap terjadi di masyarakat. Fenomena penggunaan antibiotik yang sembarangan tanpa konsultasi terlebih dahulu pada dokter. Sakit kepala sedikit, langsung minum Amoxicillin, demam sedikit, langsung minum antibiotik. Percakapan telepon di atas adalah satu contoh di antara sekian banyak kejadian lainnya. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.  Continue reading