Kusta; Penyakit Menular yang Sulit Menular {Yuk, Stop Deskriminasi Penderita Kusta!}

“Penyakit kusta bisa disembuhkan. Ia adalah penyakit menular yang tidak mudah ditularkan. Jadi jangan ada deskriminasi pada penderita kusta, karena mereka juga manusia.”

Kira-kira seperti itulah arti dari kalimat dalam bahasa jepang yang diulang-ulang oleh Yohei Sasakawa, seorang Goodwill Ambassador dari WHO (World Health Organization), yang berkeliling dunia untuk mengkampanyekan gerakan “Stop Deskriminasi Penderita Kusta” sekaligus ketua dari The Nippon Foundation—sebuah organisasi nirlaba yang banyak melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan—termasuk menyediakan stok obat kusta gratis di seluruh dunia. Dalam setahun, hampir dari sepertiganya ia habiskan untuk mengunjungi negara-negara yang endemik kusta. Saya sendiri sangat beruntung dapat bertemu dengan  beliau dan mendengarkan banyak cerita dari pengalaman-pengalamannya saat ia berkunjung ke Pulau Morotai beberapa pekan lalu. Continue reading

5 Alasan Kamu (Cowok) Harus Berhenti Merokok

Bagi sebagian orang, merokok memang terlihat keren. Bahkan banyak anak muda yang kemudian mencoba untuk merokok karena menganggap itu hal yang keren untuk dilakukan. “Lo gak gaul kalo gak ngerokok.” Saya pernah mencuri dengar perkataan yang diucapkan oleh seorang teman adik saya, yang kemudian saya omeli karena mengajak adik laki-laki saya untuk merokok. Well, merokok memang bukan hal terlarang, tapi merokok juga lebih banyak merugikannya daripada menguntungkannya. Dan buat kamu yang sudah terlanjur mengenal rokok dan belum mendapatkan alasan mengapa harus berhenti merokok, nih saya kasih alasan biar kamu bisa mulai untuk segera berhenti. Continue reading

5 Penyakit yang Tidak Membutuhkan Antibiotik

“Dok, adami antibiotik kita resepkan untuk saya?”

Saya mengerutkan kening sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari pasien yang pagi itu datang ke poliklinik tempat saya bekerja. Sebagai informasi tambahan, pasien saya itu datang dengan keluhan meriang dan tak enak badan. Tentu saja saya tak meresepkan antibiotik untuknya.

Duh, saya jadi khawatir dengan masyarakat sekarang. Segala penyakit mereka basmi dengan antibiotik, contohnya Amoxicilin yang dijual bebas di apotek. Padahal, antibiotik itu tidak boleh diminum sembarangan dan harus dengan resep dokter. Alasannya? Tentu saja karena dengan mengkonsumsi antibiotik dengan sembarangan bisa menimbulkan bakteri yang resisten atau kebal terhadap antibiotik. Bingung kenapa bisa demikian? Kamu bisa baca di sini. Continue reading

Tidak Keluar Darah Saat Malam Pertama; Bukan Perawankah?

 

123601_vaginailustrasits

Pernah menonton sinetron atau drama yang mengisahkan tentang pasangan suami istri yang bercerai di hari pertama mereka menikah karena sang suami merasa istrinya bukan perawan lagi? Atau pernah membaca kisah yang demikian? Dulu, saya pikir itu semua hanya fiktif belaka. Tak pernah terjadi di dunia nyata. Namun di dunia yang sudah modern ini, ternyata masih ada juga orang-orang yang berpikiran demikan karena ketidaktahuan mereka dan mitos yang beredar di masyarakat. Mitos bahwa setiap perempuan yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual pasti mengeluarkan darah perawan. Continue reading

Patah Tulang; Pilih Tukang Urut atau Dokter?

sumber : http://7bigspoons.com/vitamin-d/wrap-broken-bone-vitamin-splint/

“Sudahma ke tukang urut kemarin dok. Kukasih lihatmi juga foto ronsen tulangku.” Saya mengerutkan dahi berpikir, berusaha mencerna kalimat yang dilontarkan pasien saya.

“Maksudnya tukang urutnya ibu yang nyuruh ibu untuk foto ronsen?”

“Iya dok.”

“Terus ibu ke sini mau apa?”

“Ini dok, mauka minta obat saja. Masih sakit tulang belakangku. Katanya tukang urutku, patahki.”

“Wah, kalau patah harus dioperasi, Bu. Mana hasil fotonya? Saya mau lihat.”

Ndak kubawa dok. Sudahmi na urut tulangku. Katanya bagusmi, jadi mauka minta obat saja.”

 

Masih jelas di ingatan, siang itu seperti biasa saya masih bertugas di Puskesmas. Masih pukul dua belas lebih sedikit. Kondisi saat itu sangat panas. Hanya ada kipas angin tua yang berputar mengalirkan udara yang sama panasnya dengan sekitar ruangan. Maklum, puskesmas tempat saya bertugas berada tepat di pinggir laut. Sudah tentu di musim kemarau ini udara terasa sangat kering.

Sudah ada puluhan pasien yang masuk ke ruangan saya untuk berobat. Pasien terakhir siang itu adalah seorang ibu berusia paruh baya yang mengenakan setelan gamis berwarna salem berjalan masuk ke ruangan saya sambil tertatih dan sesekali memegangi punggungnya. Seketika sayapun berdiri dan membantu ibu tersebut untuk duduk di kursi. Setelah bertanya apa keluhan ibu tersebut, akhirnya saya tahu bahwa beliau baru saja terjatuh dari sepeda motor beberapa hari yang lalu dan kemudian muncullah percakapan di atas. Entahlah saat itu saya ingin tertawa atau prihatin. Continue reading

Suka Makan Jengkol? Hati-hati Gagal Ginjal!

keracunan-makanan

Bagi sebagian orang, jengkol merupakan makanan favorit. Selain karena rasanya yang (katanya) gurih, jengkol juga membuat makanan menjadi lebih sedap. Bagi sebagian yang lainnya lagi, jengkol hanya dikenal sebagai makanan yang baunya menyengat. Saya termasuk dalam golongan yang terakhir. Karena baunya itulah saya tak pernah mencoba untuk mencicipinya meskipun hanya sesuap.

Pernah suatu kali, saya tak sengaja memakan nasi goreng jengkol yang dimasak oleh teman saya. Hasilnya? Saya hampir memuntahkan seluruh isi perut saya disuapan pertama dan akhirnya ditertawakan. Rasanya saya hampir mati karena keracunan dan tentu saja itu tidak mungkin. Hanya memakan sesuap nasi goreng jengkol tidak akan membuatmu mati, namun mengonsumsi jengkol memang bisa membuatmu keracunan dan berakhir dengan gagal ginjal. Continue reading