[Cerpen] Rahasia Winda

Perlahan mataku terbuka, kudapati tubuhku telah berada dalam kamar tidurku. “Dimana Winda?” gumamku.

“Ia sudah dikebumikan sore tadi,” jawab ibuku yang mungkin sudah sejak tadi menungguiku saat aku tak sadarkan diri.

Aku terhenyak. Pikiranku tiba-tiba kosong. Tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibirku. Ingin rasanya ku teriak dan menangis sambil meratap. Tapi otakku tak mampu menerima semua yang ingin kulakukan. Aku hanya duduk dan diam. Diam dalam derasnya hujan sore itu, diam dalam semua penyesalan yang terguyur tetesan hujan, diam dalam kenangan akan sore terakhir aku bersama Winda. Continue reading

Kusta; Penyakit Menular yang Sulit Menular {Yuk, Stop Deskriminasi Penderita Kusta!}

“Penyakit kusta bisa disembuhkan. Ia adalah penyakit menular yang tidak mudah ditularkan. Jadi jangan ada deskriminasi pada penderita kusta, karena mereka juga manusia.”

Kira-kira seperti itulah arti dari kalimat dalam bahasa jepang yang diulang-ulang oleh Yohei Sasakawa, seorang Goodwill Ambassador dari WHO (World Health Organization), yang berkeliling dunia untuk mengkampanyekan gerakan “Stop Deskriminasi Penderita Kusta” sekaligus ketua dari The Nippon Foundation—sebuah organisasi nirlaba yang banyak melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan—termasuk menyediakan stok obat kusta gratis di seluruh dunia. Dalam setahun, hampir dari sepertiganya ia habiskan untuk mengunjungi negara-negara yang endemik kusta. Saya sendiri sangat beruntung dapat bertemu dengan  beliau dan mendengarkan banyak cerita dari pengalaman-pengalamannya saat ia berkunjung ke Pulau Morotai beberapa pekan lalu. Continue reading

doctorSHARE goes to Morotai Island

“Dok, kemarin ada orang dari doctorshare datang ke sini. Itu loh, yang punya rumah sakit apung. Katanya itu temannya dokter. Terus katanya bulan Juni nanti mereka mau bikin pengobatan gratis di sini.”

Agak bingung, saya berusaha mencerna perkataan Kepala Puskesmas saya hari itu. Bukannya saya bingung dan tak tahu apa itu doctorshare. Tentu saja saya tahu doctorshare itu apa. Mereka adalah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Saya selalu mendengar dan melihat berita mengenai mereka. Mengenai dr.Lie Dharmawan dan Rumah Sakit Apung-nya. Mengenai mereka yang selalu berkeliling ke daerah-daerah terpencil dan terpelosok di seluruh Indonesia Raya ini demi kesehatan. Saya selalu merasa kagum dan bercita-cita ingin setidaknya bisa seperti itu. Punya fasilitas kesehatan yang bebas diakses oleh orang-orang tak mampu secara gratis.

Continue reading

Natisha; Persembahan Terakhir

Judul Buku                       : Natisha—Persembahan Terakhir

Penulis                               : Khrisna Pabichara

ISBN                                    : 978-602-6799-12-8

Penerbit                             : JAVANICA

Penyunting                       : Shalahuddin Gh

Penggambar Sampul    : Yudi Irawan

Penataletak                      : design651

Tanggal Terbit                : Mei 2016

Harga                                 :

Tebal                                   : 421 halaman

 

Saya tertarik untuk membaca novel karya Daeng Khrisna—sapaan akrab Khrisna Pabichara—karena seorang teman merekomendasikan buku beliau dan bahkan memberikan saya buku tersebut lengkap dengan tanda tangan penulisnya. Siapa yang bisa menolak?

Natisha, sebuah novel yang menceritakan mengenai sejarah, budaya, mitos, sekaligus kisah cinta yang rumit dan penuh perjuangan antara Daeng Tutu dan Natisha. Kisah cinta mereka menemui banyak kendala dikarenakan status sosial yang berbeda. Natisha adalah seorang bangsawan dengan gelar karaeng, sedangkan Tutu hanyalah seorang biasa. Continue reading